Kamis, 18 Oktober 2012

Permasalahan yang terjadi dalam keluarga



Setiap orang pasti mempunyai masalahnya sendiri-sendiri. Dalam keluarga, masalah pun menjadi sesuatu yang pasti ditemui. Hal ini tak lebih karena adanya beberapa kepala yang berpikir di dalamnya. Oleh karenanya, masalah yang muncul dalam keluarga adalah sesuatu yang normal dan seyogyanya menjadi hal yang semakin merekatkan hubungan antar personal keluarga tersebut. Untuk memberikan gambaran, Info Share akan merangkum masalah yang biasa muncul dalam keluarga seperti dikutip dari sumber. Berikut petikannya:
====================================================
Seperti dilansir dari Women Health Mag, berikut ini lima daftar masalah paling umum dalam keluarga dan cara menanganinya.

1. Mertua
Masalah dengan mertua menduduki peringkat pertama dalam permasalahan rumah tangga. Menurut pakar pernikahan John Gottman, phD, terjadinya konflik antara mertua dan menantu dipicu karena mereka sama-sama bersaing untuk mendapatkan perhatian suami.

 Solusi: Diperlukan solidaritas yang tinggi dalam sebuah pernikahan. Suami harus mendampingi istri dan mengutamakan istri, bahkan ketika dia salah sang suami semestinya membela istrinya di depan keluarganya terutama di depan ibu sang suami.

2. Uang
Masalah uang biasanya terjadi pada pasangan yang baru menikah, mereka belum mengetahui bagaimana menyeimbangkan finansial. Konflik karena uang memang dapat membuat pasangan bertengkar. Entah itu karena uang yang dimiliki tidak mencukupi kebutuhan atau tidak tahu bagaimana membelanjakan uang tersebut. Anda ingin membeli mesin cuci sedangkan suami ingin membeli sepeda motor baru.

 Solusi: Konflik tentang uang bisa terselesaikan jika sama-sama jujur dan terbuka tentang jumlah uang yang dimiliki dan dibutuhkan. Agar Anda dan pasangan tahu penghasilan akan diapakan, buatlah budget bulanan atau mingguan dan taatlah pada budget tersebut serta jangan belanja melebihi budget. Tagihan setiap bulan, seperti listrik, air dan lainnya harus menjadi prioritas utama dalam urusan pembayaran.

3. Pekerjaan Rumah Tangga
Pertengkaran dalam rumah tangga memang kerap terjadi. Topik pertengkarang mulai dari mencuci piring, belanja, membersihkan kamar atau mengurus anak pasti sering diributkan.

 Solusi: Jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja, maka Anda perlu membicarakan topik rumah tangga ini. Bicarakan pada pasangan jika Anda membutuhkan bantuan si dia dalam menyelesaikan urusan rumah tangga. Agar tugas menjadi jelas, buatlah daftar tugas yang harus dilakukan Anda dan si dia dalam seminggu. Jika suami sudah menyelesaikan pekerjaannya jangan lupa mengucapkan terima kasih dan berikan dia pujian.

4. Mengurus Anak
 Anak juga bisa menjadi faktor pemicu keributan suami-istri. Meski sangat menunggu kehadiran buah hati, namun ketika si kecil lahir maka bisa membawa masalah tersendiri. Memiliki anak dapat membawa tekanan tambahan dalam perkawinan karena merawat dan membesarkan anak membutuhkan sebuah tanggung jawab besar. Belum lagi jika pasangan tidak ikut andil dalam merawat anak, maka Anda bisa semakin stres dan sering ribut dengan pasangan.

 Solusi: Solusinya adalah Anda dan pasangan mampu membagi tugas. Jika diperlukan Anda dapat meminta bantuan dari orang luar, seperti saudara dekat atau baby sitter untuk menjaga si kecil. Sehingga Anda pun masih bisa menikmati hidup dan sesekali masih bisa pergi berdua bersama suami.

5. Seks
 Banyak pasangan yang merasa jika seks hebat hanya dirasakannya selama 3 bulan pertama selanjutnya hubungan intim tersebut tidak lagi hangat. Masalah yang sering terjadi adalah karena lelah, stres atau penolakan.

SUMBER :
http://wasisa.blogspot.com/2011/09/masalah-yang-biasa-muncul-dalam.html


Pendekatan Dalam Mengatasi Masalah Keluarga

1. Pendekatan Psikodinamik
 Pendekatan ini berusaha memahami apa yang terjadi dan mengapa sampai timbul atau terjadi keadaan seperti itu. Memahami latar belakang terjadinya sesuatu permasalahan dapat dipergunakan untuk menentukan langkah-langkah untuk memperbaiki, membina dan mengarahkan, agar terjadi perubahan sesuai dengan yang diharapkan.
 Pendekatan ini akan memberi jawaban mengenai "apa", "mengapa", "bagaimana" terjadinya suatu masalah, (misalnya mengenai disharmoni dalam keluarga) dan "dengan cara apa" dapat diatasi.

2. Pendekatan Behavioristik
 Suatu pendekatan yang menitik beratkan pada usaha mengatasi gejala (tingkah laku/psikis) yang ada, yang terlihat, tanpa perlu memperhitungkan proses terjadinya atau "mengapanya" tetapi secara langsung untuk mengatasi gejala tersebut. Dalam hal ini perlu dikaitkan dengan prinsip-prinsip dalam dunia pendidikan atau proses belajar dan perubahan-perubahannya yang diharapkan terjadi. Suatu gejala dianggap sebagai sesuatu produk dari proses belajar sebelumnya yang mempengaruhi. Karena itu proses ini bisa dipengaruhi oleh sesuatu proses belajar yang lain atau sesuatu yang baru untuk mengatasi atau mengubah gejala tingkah laku, sesuai dengan yang diharapkan.

3. Pendekatan Gestalt
 Pendekatan yang menitikberatkan pada keseluruhan, pada kepribadian sebagai totalitas yang melebihi jumlah aspek-aspeknya. Meskipun masalahnya terdapat pada sesuatu Aspek atau beberapa aspek kepribadian saja, namun tidak bisa dilihat, hanya pada satu aspek tertentu saja. Melainkan harus dilakukan terhadap pribadi sebagai kesatuan atau keseluruhan.

4. Pendekatan Konseling
 Melalui hubungan atau percakapan yang terus menerus, seseorang bisa diarahkan unutk berfikir atau bertingkahlaku sesuai dengan yang diharapkan. Berbagai proses peniruan (imitasi), sugesti, suportif bahkan pelegaan melalui pengungkapan dari keadaan perasaan seseorang (catharsis).

5. Pendekatan melalui agama
 Iman dan kepercayaan yang kuat merupakan sumber kekuatan untuk mengatasi atau menghadapi hal-hal yang tidak baik. Agama juga menjadi dasar dan patokan dari semua tingkahlaku agar orang tidak kacau, ragu-ragu dan mudah terpengaruh oleh rangsangan-rangsangan negatif yang datang dari luar.

SUMBER :
http://indonesiaindonesia.com/f/85034-pendekatan-mengatasi-masalah-keluarga/

Komentar Saya :
Membangun keluarga adalah membangun kehidupan dari nol lagi,sehingga akan banyak permasalahan yang akan timbul. Dalam mengatasi masalah-masalh yang timbul kita perlu banyak berdiskusi pada semua anggota keluarga sehingga di dapatkan kesepakatan yang saling mengutungkan kepada semua angota keluarga. Maka akan terjalin keluarga yang harmonis dan rukun.


0 komentar:

Poskan Komentar